"SEPERTI BAPA MENGUTUS TUHAN YESUS, DEMIKIAN JUGA TUHAN YESUS MENGUTUS KITA"

Yohanes 20:21 Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu." 



Setelah Tuhan Yesus bangkit, Dia menampakkan diri kepada murid-murid-Nya, bukan hanya untuk membuat murid-murid-Nya bersukacita karena kebangkitan itu, namun Tuhan Yesus menyampaikan kepada mereka bahwa seperti halnya Tuhan Yesus diutus bapa-Nya, demikian juga murid-murid diutus oleh Tuhan Yesus.


Pengutusan itu dikitari empat kalimat pendek namun sangat penting.


Pertama, Tuhan Yesus memberikan mereka jaminan damai sejahtera. Tentunya, shalom merupakan sapaan umum, tapi kali ini lebih daripada itu karena para murid sedang ketakutan. Kemudian Tuhan Yesus menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya, menegaskan ucapan-Nya dengan bukti.


Kedua, Tuhan Yesus memberi suatu model misi, "sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu" (ay. 21). Misi Tuhan Yesus melibatkan inkarnasi, yang  merupakan "contoh paling spektakuler dari identifikasi lintas budaya dalam sejarah dunia", sebab dengan menjadi satu dari kita, Ia tidak berhenti menjadi diri-Nya sendiri. Sekarang Tuhan Yesus mengutus kita ke dunia seperti Bapa telah mengutus-Nya. Misi sejati adalah berciri inkarnasi, yakni menuntut kita memasuki dunia orang lain.


Ketiga, Tuhan Yesus mengembusi mereka dan berkata, "terimalah Roh Kudus" (ay. 22). Misi tanpa Roh Kudus adalah mustahil. Roh Kuduslah yang mempersenjatai dan memampukan kita dalam penginjilan. Di kesempatan lain, Tuhan Yesus menyuruh para murid menunggu Roh Kudus. Hembusan itu merupakan perumpamaan yang mengkonfirmasikan janji yang kelak akan mereka terima. 


Keempat, Tuhan Yesus memberikan Injil keselamatan, "jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni. Dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada" (ay. 23). Ada gereja yang menjadikannya sebagai dasar bahwa para imam memiliki kewenangan hukum untuk mendengar pengakuan dosa dan memberikan pengampunan. Namun, para rasul tidak pernah menuntut pengakuan dosa atau memberi pengampunan. Sebaliknya, mereka menjanjikan pengampunan kepada yang percaya dan memperingatkan penghakiman bagi yang menolak Kristus. 


Sama seperti Bapa mengutus Tuhan Yesus menyatakan kasih-Nya agar manusia berdosa diselamatkan melalui Tuhan Yesus, demikian juga Tuhan Yesus mengutus kita untuk melanjutkan misi tersebut, memberitakan Injil dan menyatakan kasih Allah. Amin



Ayat-Ayat Referensi:


Yohanes 20:22 Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus.


Kisah Para Rasul 1:8  Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."


Yohanes 20:23 Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."


Sumber

PENDAMAIAN UNTUK DOSA

1Petrus 3:18 Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh,


Ayat yang kita baca hari ini adalah salah satu nas utama tentang salib dalam Perjanjian Baru, yang menjelaskan alasan utama Kristus mati. 


Pertama, Kristus telah mati untuk membawa kita kepada Allah. Kita terpisah dari Allah dan perlu dibawa kembali kepada-Nya. Keterpisahan ini disebabkan karena akibat dari dosa kita. Sebagaimana dinyatakan dalam kitab Yesaya 59:2, "tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu."


Kedua, Kristus telah mati untuk dosa-dosa kita. Dosa dan maut telah dipersandingkan dari awal sampai akhir Alkitab sebagai bentuk pelanggaran dan upaya setimpal. "Sebab upah dosa ialah maut" (Roma 6:23). Tetapi, Tuhan Yesus tidak berbuat dosa. Jadi, jika Tuhan Yesus telah mati untuk dosa, maka dosa-dosa itu pastilah bukan dosa-Nya, melainkan dosa manusia yang berdosa. Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci (1Korintus 15:3). Yang tidak bersalah untuk yang bersalah. Karena Tuhan Yesus telah menanggung dosa-dosa kita, maka kita dapat diampuni dengan cuma-cuma. 


Ketiga, Kristus telah mati sekali untuk dosa-dosa kita. Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah (1Petrus 3:18). Sekali bukan berarti pada suatu ketika, melainkan sekali dan untuk seterusnya. Hal ini menunjukkan ketuntasan mutlak dari apa yang Kristus lakukan di atas salib. Karena Kristus telah menyelesaikan secara penuh dosa-dosa kita, maka Tuhan Yesus dapat berseru "sudah selesai.' Jadi apa yang tersisa untuk kita lakukan untuk menyelesaikan dosa? Tidak ada! Kita tidak dapat memberi sumbangan apapun untuk menyelesaikan dosa kita. Yang dapat kita lakukan hanyalah bersyukur kepada Tuhan Yesus atas apa yang telah Ia perbuat dan tinggal di dalam karya-Nya yang tuntas.



Ayat-Ayat Referensi:


2Korintus 5:21  Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.


1Petrus 2:22  Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya. 


1Korintus 15:3 Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, 


1Petrus 3:18  Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh,


Yohanes 19:30 Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.



Sumber :

1. Alkitab

2. https://www.youtube.com/watch?v=DO4RDlbxjl8




HIDUP KITA DALAM TANGAN BAPA YANG DI SURGA

Lukas 23:46 Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku." Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.



Ketika kita sampai di akhir penderitaan Tuhan Yesus yang telah kita baca tadi, mari kita sejenak kembali ke suasana di taman Getsemani malam sebelumnya. Di taman Getsemani Tuhan Yesus ada di sana bersama murid-muridnya yang mengantuk selagi Tuhan Yesus berdoa menghadapi pergumulan-Nya. Ketika Tuhan Yesus kembali untuk membangunkan mereka yang ketiga kalinya, Tuhan Yesus berkata kepada mereka, "Lihat, saatnya sudah tiba, bahwa Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa."


Perhatikan bahwa Tuhan Yesus berkata, Dia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa. 


Betapa luar biasa Tuhan kita, pencipta langit dan bumi, rela membiarkan dirinya jatuh ke dalam tangan-tangan ciptaan-Nya yang sombong dan keji, untuk disiksa, dituntut, dicaci maki, dan pada akhirnya dihukum mati. Namun di sini, dengan nafas terakhir-Nya, Tuhan Yesus membuatnya begitu jelas bahwa Dia bukan mati martir di tangan manusia. Hidup-Nya ada di dalam tangan Bapa yang di surga.


Mungkin seringkali kita kesal dengan orang lain, keadaan, dan peristiwa yang tampaknya menghancurkan hidup kita, suatu kondisi yang membuat segalanya begitu sulit dan tak tertahankan bagi kita. Namun kita harus mengetahui bahwa hidup kita tidak berada di tangan orang lain dan tidak di dalam rancangan manusia. Hidup kita tidak diatur oleh keadaan di sekitar kita. Sebagai anak-anak Allah, yang telah diselamatkan oleh pengorbanan Tuhan Yesus yang sempurna, hidup kita berada di dalam perawatan dan pemeliharaan yang aman dari Bapa kita yang di surga, dan tidak ada seorangpun yang dapat merebut kita dari tangan Bapa kita yang di surga.



Ayat-Ayat Referensi:


Matius 26:45 Sesudah itu Ia datang kepada murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Lihat, saatnya sudah tiba, bahwa Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa.


Yohanes 10:28-29 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.


Roma 8:38-39 Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.



Sumber :

1. Alkitab

2. https://www.youtube.com/watch?v=QJbtdtglOTg



TIDAK ADA PENGHUKUMAN BAGI MEREKA YANG ADA DI DALAM KRISTUS YESUS

Yohanes 19:30 Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. 



Ketika Tuhan Yesus di atas salib mengatakan sudah selesai, itu bukanlah sebuah rintihan dari seorang pejuang yang kalah atau penderita yang letih. Ini adalah teriakan seorang pemenang yang mengumumkan bahwa pertempuran telah berakhir dan misinya telah selesai. Dia menyatakan ini sebagai momen kemenangan. Itu adalah seruan kegembiraan. 


Jadi apa yang sudah selesai? Tuhan Yesus telah selesai menjalani, nubuat tentang kelahiran, kehidupan, pelayanan, dan pengorbanan penebusan-Nya telah tergenapi. Terlebih lagi, Dia telah menyelesaikan segala sesuatu yang harus dilakukan-Nya. Badai murka Allah telah dicurahkan ke atas-Nya, dan sekarang rencana penebusan yang abadi benar-benar sempurna. Segala jenis dan tanda-tanda dalam Perjanjian Lama telah menemukan penggenapannya di dalam Kristus. Pertempuran melawan dosa dan setan telah terjadi, dan dimenangkan. Seperti yang telah dijanjikan di taman Eden, sebagai ganti dari tumit yang remuk, Tuhan Yesus telah meremukkan kepala ular itu (Kej. 3:15). Dan sekarang Juruselamat kita dengan penuh kemenangan, menyatakan kemenangan akhir, "sudah selesai."


Bagi mereka yang telah ditebus oleh darah Juruselamat, saatnya untuk merayakan kemenangan atas dosa yang telah dipakukan ke salib (Kol. 2:14). Seruan kemenangan Tuhan Yesus di atas salib menjadi milik kita. Kita telah bebas, karena "sudah selesai." Dosa telah dikalahkan, karena itu jangan lagi mau diperbudak oleh dosa. Hidupilah kemenangan  yang telah kita dapatkan di dalam Tuhan Yesus. Bersyukur atas kemenangan itu dengan menjauhi dosa hari lepas hari.



Ayat-Ayat Referensi:


Kejadian 3:15  Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya." 


Kolose 2:13-14  Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita,  dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib


Roma 8:1 Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. 


1Petrus 2:16 Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.



Sumber :

1. Alkitab

2. https://www.youtube.com/watch?v=EHhJ0l1glD0&list=PL9hrkgU0B21IOVjdKwGy6KaY7yzx-N8Ms&index=27

"TETAP PERCAYA SEKALIPUN DALAM PENDERITAAN"

Matius 27:46 Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?


Pada siang hari, kegelapan pekat menutupi bumi. Selama tiga jam berikutnya, Tuhan Yesus melewati bagian yang paling menyakitkan, yang tersulit dari pekerjaan penebusan-Nya, tidak hanya menderita di tangan manusia tetapi sekarang menjadi sasaran tangan Allah.


Alkitab menunjukkan bahwa Tuhan Yesus telah ditinggalkan oleh Bapa-Nya, bahwa Ia harus ditinggalkan, dipisahkan dari Allah, untuk menebus kita dari perhambaan dosa. Kedekatan yang selalu Ia nikmati dengan Bapa-Nya hancur. Dia mengalami semua konsekuensinya, penghakiman secara penuh, yang layak kita terima untuk dosa kita.


Kita tau bahwa "Tuhan berkehendak meremukkan Dia" dan bahwa "Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa." Ketika Yesus berseru, Allahku, Allahku, mengapa engkau meninggalkan aku? Allah Bapa secara aktif, sengaja dan terlibat secara langsung dalam menimpakan dosa kita kepada anaknya dan melaksanakan penghakiman untuk kita terhadap Kristus.


Namun, pada puncak penderitaan dan kesedihan ini, seruan Tuhan Yesus bukanlah seruan ketidakpercayaan. Wajah Bapa telah semakin menjauh, tetapi Yesus tahu bahwa Bapa masih ada dari jarak yang jauh, tidak hanya membawa-Nya melalui siksaan ini, tetapi menemukan kepuasan dalam pekerjaan yang telah dilakukan dengan baik oleh Putra-Nya yang terkasih. Bapa dipuaskan oleh ketaatan Putra-Nya menjalani penderitaan, demi kita sekalian agar diselamatkan.


Kita mungkin berada pada titik terendah dalam hidup kita saat ini. Mungkin kita merasa ditinggalkan oleh Allah, justru pada saat kita menghadapi tekanan dan penderitaan. Namun jika kita tetap mempercayai Tuhan dan taat dalam menjalani setiap pergumulan, maka pada saatnya kita akan melihat dan menikmati kemenangan di dalam Kristus. Tetaplah percaya dan mengandalkan Tuhan dalam menjalani kehidupan, apa pun yang terjadi.



Ayat-Ayat Referensi:


Matius 27:45 Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga.


Yesaya 53:10 Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.


2Korintus 5:21 Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.


Filipi 2:8-9 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,



Sumber :

1. Alkitab

2. https://www.youtube.com/watch?v=o0CKdLFIu40

JAMINAN PEMELIHARAAN BAGI ORANG PERCAYA

Yohanes 19:26-27 Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!" Kemudian kata-Nya kepada murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.



Tujuan terpenting dari kematian Tuhan Yesus adalah untuk menyelamatkan kita, untuk menghindarkan kita dari murka Allah yang pantas kita terima karena dosa kita. Namun dalam pernyataan Tuhan Yesus di kayu salib, kita melihat bahwa Tuhan Yesus mati untuk menyediakan lebih dari sekedar keselamatan kekal kita, Ia juga memelihara kebutuhan fisik, emosi dan hubungan relasi kita.


Kita memiliki Juruselamat yang peduli, bukan hanya kepada ibu yang melahirkan-Nya, tetapi juga bagi kita yang percaya kepada-Nya. Tuhan Yesus peduli agar kebutuhan relasi dan kebutuhan sehari hari kita terpenuhi di dalam menjalani kehidupan yang diberikan-Nya kepada kita.


Menurut catatan sejarah, ketika Tuhan Yesus disalibkan, Maria sudah menjadi janda setelah kematian Yusuf. Dan saat itu juga, Maria akan dipisahkan dari Putranya yang terkasih, yang seharusnya bertanggung jawab atas kebutuhannya. Namun ketika Tuhan Yesus sedang bersiap-siap untuk meninggalkan dunia ini, Tuhan Yesus membuat ketentuan untuk perawatan dan perlindungan ibu-Nya. Bukan seperti yang diharapkan, yaitu melalui hubungan darah keluarga, melainkan melalui garis iman yang bagi Tuhan Yesus itu bahkan lebih kuat.


Kita mungkin kuatir tentang bagaimana kebutuhan kita akan terpenuhi seiring bertambahnya usia, apakah uang kita akan cukup bertahan, apakah anak-anak kita akan ada untuk membantu kita atau mungkinkah kerabat kita akan menolong. Namun melalui firman Tuhan kita diingatkan bahwa sebagai orang percaya kita dapat yakin bahwa di dalam Tuhan Yesus kebutuhan kita akan terpenuhi sepenuhnya. Tuhan dapat menolong kita dengan cara-Nya yang tak terpikirkan bagi kita. Percayakanlah kehidupan kita kepada Tuhan Yesus yang memberi jaminan pemeliharaan bagi umat-Nya. Amin



Ayat-Ayat Referensi:


Roma 11:33-36 O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya? Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Ia harus menggantikannya? Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!


Filipi 4:19 Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.



Sumber :

1. Alkitab

2. Renungan: https://www.youtube.com/@obednegobalalembang1032

JAMINAN KESELAMATAN BAGI YANG PERCAYA

Lukas 23:43 Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."



Keempat Injil menceritakan bahwa tiga kayu salib didirikan di Golgota tempat yang bernama Tengkorak. Tuhan Yesus ada di tengah, sementara dua orang penyamun yang juga disebut penjahat dalam Injil Lukas, disalibkan di kanan dan kiri-Nya.


Awalnya, kedua penyamun itu ikut mencela Tuhan Yesus. Namun, hanya seorang dari mereka yang terus menghina Tuhan Yesus dan menantang untuk menyelamatkan diri-Nya dan mereka. Tetapi, penjahat kedua menegurnya. Kemudian, sambil menoleh ke Tuhan Yesus, penjahat ini berkata, "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."


Pengakuan bahwa Tuhan Yesus akan datang sebagai Raja sungguh luar biasa. Tentulah si penjahat yang bertobat ini telah mendengar bahwa para Imam mengejek klaim Tuhan Yesus sebagai raja Israel dan ia mungkin sudah membaca tulisan di atas kayu salib itu yang bunyinya: "Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi." Ia melihat martabat Tuhan Yesus, yang Rajani dan tenang. Ia juga tentu mendengar doa pengampunan Tuhan Yesus untuk orang-orang yang menyalibkan Dia. Pengampunan adalah hal yang ia butuhkan karena ia mengakui bahwa dirinya layak dihukum.


Atas seruannya itu, Tuhan Yesus menjawab, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus." Penjahat itu tidak dicela karena baru bertobat di detik detik terakhir. Pertobatannya tidak diragukan. Tuhan Yesus langsung memberikan orang yang bertobat ini jaminan yang ia harapkan. Tuhan Yesus menjanjikan tidak hanya masuk ke dalam Firdaus, yang memberikan kesukacitaan, tetapi juga masuknya di hari itu juga. Dan Tuhan Yesus menjamin hal tersebut dengan perkataan-Nya, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya." 


Saudara yang dikasihi Tuhan, apakah sudah yakin akan keselamatan saudara? Mari percaya sepenuhnya kepada Tuhan Yesus, karena hanya di dalam Dia ada jaminan hidup yang kekal!


Ayat-Ayat Referensi:


Matius 27:44

Bahkan penyamun-penyamun yang disalibkan bersama-sama dengan Dia mencela-Nya demikian juga.


Lukas 23:40-41 

Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah."


Lukas 23:42 

Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."


Yohanes 19:19

Dan Pilatus menyuruh memasang juga tulisan di atas kayu salib itu, bunyinya: "Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi."


Sumber :

1. Alkitab

2. Renungan: https://www.youtube.com/@obednegobalalembang1032